(SJO, JAKARTA) -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang lingkungan Greenpeace mendukung tindakan hukum terhadap industri yang melakukan pencemaran bahan kimia berbahaya di Sungai Citarum, Jawa Barat (Jabar).
Juru Kampanye Detox Greenpeace Indonesia Ahmad Ashov Birry mengatakan, Greenpeace mendukung penegakan hukum oleh pemerintah terhadap industri pencemar Sungai Citarum dan mendorong agar proses tersebut dilakukan secara tegas dan transparan hingga tuntas.
“Penegakan hukum adalah salah satu syarat dasar yang harus terus secara konsisten dilakukan Pemerintah untuk melindungi sungai, lingkungan, warga, dan generasi mendatang dari dampak bahan-bahan kimia beracun dan berbahaya,” katanya, Jumat (28/2).
Dia menjelaskan, temuan pemerintah mengenai sejumlah industri yang kedapatan mencemari Sungai Citarum menggambarkan bagaimana industri mengambil keuntungan dari sebuah sistem yang tidak menuntut aktifitas industri yang transparan, termasuk aktifitas pembuangan bahan kimia berbahaya.
Persoalan ini ditambah dengan regulasi yang tidak memadai gagal untuk mencegah pembuangan bahan-bahan kimia berbahaya ke dalam lingkungan. Ahmad menilai, kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi polusi air di Indonesia masih sangat bergantung pada pendekatan kontrol polusi (atur dan awasi) daripada pencegahan polusi.
“Padahal, sistem ini memiliki beberapa kelemahan,” ujarnya. Kelemahan itu dilihat dari mengijinkan keberadaan bahan berbahaya beracun sampai batas tertentu, bukan pencegahan penggunaan dan pembuangannya. Standar tersebut hanya meliputi parameter dan jenis bahan kimia yang terbatas, tidak merefleksikan kompleksitas limbah industri dan beragam bahan kimia berbahaya yang digunakan industri.
Selain itu, Greenpeace menilai kurangnya kapasitas untuk mendeteksi pelanggaran dari aturan yang ditetapkan pemerintah, dan respon cepat dan tegas saat pelanggaran terjadi. Greenpeace juga menilai kurangnya informasi hasil monitoring pembuangan limbah industri yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
“Untuk keluar dari masalah ini, Greenpeace menilai diperlukan pergeseran paradigma dari hanya pendekatan reaktif (atur dan awasi) seperti sekarang ini menuju pendekatan preventif,” ujarnya.
Pihaknya menilai pendekatan preventif mengatur agar penggunaan bahan kimia berbahaya beracun dihilangkan dari sumbernya, melalui skema produksi bersih, dan substitusi secara progresif dengan bahan yang aman.
Jadi, kata Ahmad, pemerintah untuk terus beraksi menegakkan hukum terhadap industri pencemar dan juga beraksi mendorong industri menuju nol pembuangan bahan kimia berbahaya untuk memastikan sungai-sungai, lingkungan dan masa depan Indonesia yang bebas bahan kimia beracun dan berbahaya. (r21)
Topics: Lingkungan
About Unknown
Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Social Icons
Popular Posts
-
BANDUNG - Gedong Budaya Sabilulungan yang mulai dibangun tahun 2010 lalu, menurut sejumlah para pelaku seni dan budaya merupakan gedong keba...
-
Deddy Mizwar lahir di Jakarta, 5 Maret 1955 adalah seorang aktor senior dan sutradara Indonesia. Deddy Mizwar merupakan Putra ke 4 dari 7 be...
-
LINGKAR BANDUNG COM - Kiprah Jalaluddin Rakhmat atau biasa disapa Kang Jalal makin melebar. Cendikiawan muslim ini resmi memasuki dunia po...
-
LEMBANG - Seorang mahasiswi Universitas Padjajaran Bandung asal Malaysia ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di kawasan Cikole Lembang,...
-
( PADALARANG ) - Masih ingat pelajaran saat di sekolah dasar mengenai cara membuat jam matahari sederhana dari kertas dan pensil? Nah, bagai...
-
BANDUNG - Ridwan kamil masuk sebagai nominator Walikota terbaik tingkat dunia 2014. Dalam nominasi ini, terdapat juga Joko widodo yang seka...
-
( SJ ) - Jawa Barat akan menjadi tuan rumah Festival Wayang Dunia pada 2013. Festival itu akan dihadiri oleh para seniman wayang dari manca...
Categories Post
Recent Comments
Categories
- Asep Sunandar Sunarya
- ATM
- ATM. BNI
- Bandung Raya
- Bank Mandiri
- Belanja
- Birokrat
- Bisnis
- BRI
- budaya
- Butik
- Dadang Naser
- Deddy Mizwar
- Destinasi
- Diskotik
- Entis Sutisna
- Even
- Factory Outlet
- Features
- FO
- Hiburan
- Hiburan Malam
- Hotel
- Hotel Bandung Barat
- Hotel Kabupaten Bandung
- Hotel Kota Bandung
- Hotel Kota Cimahi
- Hukum
- Iklan
- Info KUKM
- Inohong
- Internasional
- Jajanan
- Jalaluddin Rakhmat
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Bandung Barat
- Kafe
- Karaoke
- Kawah Putih
- Kepolisian
- Kesehatan
- Klub Malam
- Komunitas
- Kota Bandung
- Kota Cimahi
- Kriminalitas
- Kuliner
- Kurnia Agustina
- Lingkar Jabar
- Lingkungan
- Mall
- Muchtar Adam
- Nasional
- Olahraga
- Oleh-oleh
- Olga Syahputra
- Orbitiuari
- Pameran
- Parlementaria
- Pendidikan
- Penerbangan
- Perguruan Tinggi
- Perjalanan Kereta Api
- Pertunjukan
- Petualangan
- Pilwalkot
- Plaza
- politik
- Profil Desa
- Properti
- Pub
- Public Service
- Raffi Ahmad
- Rekreasi
- Relaksasi
- Rental
- Ridwan Kamil
- Rumah Makan
- Rumah Sakit
- Rute
- Sampurasun
- Selebriti
- Seniman
- Sentra Busana
- Sentra Kain
- Sentra Kaos
- Sentra Sepatu
- Seremoni
- Sosok
- Stramberry
- Sule
- Supermarket
- Suvenir
- Tekno
- Tradisional
- Transportasi
- Travel
- Video
- Wisata
- Wisata Alam
- Wisata Budaya
- Wisata Edukatif
- Wisata Sejarah
- Zona Desa
Tags Cloud
- Asep Sunandar Sunarya
- ATM
- ATM. BNI
- Bandung Raya
- Bank Mandiri
- Belanja
- Birokrat
- Bisnis
- BRI
- budaya
- Butik
- Dadang Naser
- Deddy Mizwar
- Destinasi
- Diskotik
- Entis Sutisna
- Even
- Factory Outlet
- Features
- FO
- Hiburan
- Hiburan Malam
- Hotel
- Hotel Bandung Barat
- Hotel Kabupaten Bandung
- Hotel Kota Bandung
- Hotel Kota Cimahi
- Hukum
- Iklan
- Info KUKM
- Inohong
- Internasional
- Jajanan
- Jalaluddin Rakhmat
- Kabupaten Bandung
- Kabupaten Bandung Barat
- Kafe
- Karaoke
- Kawah Putih
- Kepolisian
- Kesehatan
- Klub Malam
- Komunitas
- Kota Bandung
- Kota Cimahi
- Kriminalitas
- Kuliner
- Kurnia Agustina
- Lingkar Jabar
- Lingkungan
- Mall
- Muchtar Adam
- Nasional
- Olahraga
- Oleh-oleh
- Olga Syahputra
- Orbitiuari
- Pameran
- Parlementaria
- Pendidikan
- Penerbangan
- Perguruan Tinggi
- Perjalanan Kereta Api
- Pertunjukan
- Petualangan
- Pilwalkot
- Plaza
- politik
- Profil Desa
- Properti
- Pub
- Public Service
- Raffi Ahmad
- Rekreasi
- Relaksasi
- Rental
- Ridwan Kamil
- Rumah Makan
- Rumah Sakit
- Rute
- Sampurasun
- Selebriti
- Seniman
- Sentra Busana
- Sentra Kain
- Sentra Kaos
- Sentra Sepatu
- Seremoni
- Sosok
- Stramberry
- Sule
- Supermarket
- Suvenir
- Tekno
- Tradisional
- Transportasi
- Travel
- Video
- Wisata
- Wisata Alam
- Wisata Budaya
- Wisata Edukatif
- Wisata Sejarah
- Zona Desa

Tidak ada komentar: